Standar OSHA untuk Pekerja Shift Malam

Menurut Departemen Tenaga Kerja, shift kerja normal dianggap sebagai masa kerja tidak lebih dari delapan jam berturut-turut selama satu hari, lima hari seminggu. Setiap shift yang membutuhkan pekerjaan pada malam hari dianggap diperpanjang atau tidak biasa menurut standar departemen tenaga kerja. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja tidak secara khusus mengatur shift malam tetapi OSHA mengharuskan pemberi kerja untuk mematuhi standar keselamatan dan kesehatan khusus bahaya. Administrasi juga membuat rekomendasi kepada pengusaha tentang bagaimana menangani potensi bahaya shift malam.

Waktu Istirahat dan Makan

Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja merekomendasikan agar pekerja shift malam mengambil waktu istirahat secara teratur dan sering selama shift mereka untuk mengurangi kemungkinan kelelahan. Menurut OSHA, waktu istirahat harus terdiri dari istirahat formal seperti makan siang atau makan malam. Selain itu, pekerja shift malam harus diberi waktu istirahat kecil selama malam hari untuk mengubah posisi, peregangan, dan konsentrasi shift. Selanjutnya, pemberi kerja harus memberikan istirahat tambahan untuk jadwal yang melebihi delapan jam.

Pemantauan Karyawan

Pergeseran malam dapat mengganggu jadwal tidur rutin tubuh dan dapat menyebabkan kelelahan serta stres mental dan fisik. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja menunjukkan bahwa bahaya tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan operator dan cedera kerja. Administrasi merekomendasikan agar pengusaha "rajin memantau" pekerja shift malam dan belajar mengenali tanda dan gejala efek kesehatan terkait shift seperti kelelahan, mudah tersinggung, kurang konsentrasi, depresi dan sakit kepala. Seorang pemberi kerja harus mengevaluasi karyawan yang menunjukkan gejala tersebut dan mungkin mengizinkan karyawan tersebut meninggalkan area tersebut untuk mencari istirahat.

Staf dan Penjadwalan yang Memadai

Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja mendorong pemberi kerja untuk menyediakan staf yang memadai sehingga pekerja shift malam dapat beristirahat dan bersantai selama shift mereka. Administrasi kesehatan juga merekomendasikan pemberi kerja untuk membangun tempat yang tenang dan terpencil bagi pekerja untuk beristirahat. Jika seorang pekerja baru dalam shift malam, diperlukan waktu hingga 10 hari untuk beradaptasi dengan jadwal yang baru. Pengusaha yang memiliki jumlah karyawan yang memadai selama shift malam memastikan pekerja yang baru mengikuti jadwal menerima waktu istirahat tambahan jika diperlukan.

Paparan Bahaya

Administrasi kesehatan mengamanatkan bahwa pemberi kerja harus memastikan para pekerja tidak terlalu lama terpapar bahaya di tempat kerja. Menurut OSHA, tugas-tugas yang membutuhkan tenaga fisik yang berat atau konsentrasi yang intens harus dilakukan di awal shift, terutama jika pekerja shift malam harus mengoperasikan peralatan yang berpotensi berbahaya atau berbahaya.