Bagaimana Menghitung Keuntungan Vs. Biaya

Keuntungan bisnis adalah jumlah uang yang tersisa setelah perusahaan membayar biaya dan pengeluarannya. Biaya adalah biaya yang terlibat dalam pengembangan, pembuatan, dan penjualan produk dan layanan bisnis. Biaya bisnis berdampak besar pada keuntungan bisnis secara keseluruhan dan, jika tidak dikendalikan, dapat menjadi penyebab kegagalan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Menghitung keuntungan bisnis versus biayanya dapat membantu menentukan apakah biaya tersebut memerlukan tinjauan dan revisi.

1

Gunakan laporan laba rugi terbaru bisnis untuk dengan cepat mengidentifikasi total laba dan jumlah biaya. Konfigurasikan total laba dan biaya secara manual jika laporan laba rugi tidak tersedia dan untuk memeriksa keakuratan informasi laporan.

2

Identifikasi biaya bisnis. Tambahkan semua biaya yang timbul sebagai akibat melakukan bisnis, termasuk biaya pengembangan dan kewajiban, biaya penggajian dan administrasi, biaya tenaga kerja, pinjaman dan biaya penjualan.

3

Hitung laba bersih bisnis dengan terlebih dahulu mengidentifikasi laba kotor bisnis. Konfigurasikan harga pokok penjualan dengan menambahkan jumlah total persediaan awal ke biaya pembelian dan tenaga kerja, lalu kurangi total tersebut dari nilai persediaan akhir. Hitung laba kotor dengan mengurangkan penjualan bersih bisnis dari harga pokok penjualannya.

4

Tentukan laba bersih bisnis dengan mengurangkan jumlah laba kotor bisnis dari total biaya. Kurangi jumlah pajak penghasilan bisnis dari laba bersih untuk mengidentifikasi total laba bersih setelah pajak.

5

Gunakan informasi laba dan biaya untuk menentukan apakah bisnis beroperasi secara efisien dan mendapatkan semua potensi pendapatannya. Gunakan rasio margin keuntungan bisnis untuk membantu mengidentifikasi efisiensinya. Hitung margin keuntungan dengan membagi laba bersih bisnis dengan penjualan bersihnya, yang membandingkan pendapatan bisnis setelah pengeluaran dengan jumlah penjualan totalnya. Periksalah pengeluaran, ongkos, dan harga bisnis dengan cermat jika margin keuntungan menghasilkan persentase yang rendah, seperti di bawah 15 persen, karena ini berarti bisnis memperoleh pendapatan yang sangat kecil dengan setiap penjualan produk.