Apa Keuntungan & Kerugian Kepemimpinan di Perusahaan atau Bisnis?

Bisnis kecil sering kali dimulai sebagai kepemilikan perseorangan di mana seorang wirausahawan mengontrol semua aspek bisnis. Meskipun menjalankan operasi tunggal bisa jadi sulit, namun juga tetap sederhana: pemilik tidak perlu khawatir untuk memimpin atau mengelola karyawan. Kepemilikan tunggal juga memungkinkan pengusaha untuk fokus pada tugas-tugas yang berhubungan langsung dengan bisnis tanpa harus berurusan dengan administrasi. Namun, seiring pertumbuhan bisnis kecil, pemilik pada akhirnya dapat mempekerjakan pekerja untuk membantu meningkatkan beban kerja. Pada titik itu, pemilik bisnis harus beralih menjadi pemimpin. Mereka juga harus memahami pro dan kontra menjadi seorang pemimpin, yang berarti mengetahui batasan kepemimpinan dan bertindak dengan mempertimbangkan batasan tersebut.

Kerugian: Membutuhkan Waktu Jauh Dari Melakukan Tugas

Salah satu batasan kepemimpinan adalah memastikan bahwa Anda memberi karyawan Anda sumber daya dan pelatihan yang mereka butuhkan bukanlah aktivitas yang produktif. Meskipun meluangkan waktu untuk memimpin dan memberi instruksi kepada pekerja adalah penting untuk memastikan bahwa mereka melakukan tugasnya dengan baik, manajer tidak benar-benar memproduksi barang atau jasa saat bertindak sebagai pemimpin. Seorang pengusaha yang mempekerjakan beberapa karyawan mungkin menemukan bahwa waktu yang dia habiskan untuk melakukan tugas-tugas kepemimpinan memotong waktu yang dia habiskan untuk berkomunikasi dengan klien dan melakukan penjualan. Dalam beberapa kasus, pemilik bisnis menangani batasan kepemimpinan ini dengan mempekerjakan administrator untuk menangani beberapa tugas ini. Kekurangannya, bagaimanapun, adalah bahwa administrator berkualitas tinggi itu mahal, yang dapat merusak anggaran perusahaan.

Kerugian: Menumbuhkan Clash of Personalities

Ketika Anda berpikir tentang pro dan kontra menjadi seorang pemimpin, yang paling penting adalah fakta bahwa para pemimpin dan bawahan mungkin tidak selalu saling berhadapan. Ini adalah salah satu pro dan kontra menjadi pemimpin yang tidak dapat Anda hindari karena tempat kerja Anda menampilkan kepribadian berbeda yang tidak selalu sesuai. Faktanya, beberapa bisnis berkembang dalam konflik karena ide-ide bagus yang mungkin muncul dari sudut pandang yang saling bertentangan, tetapi masalah di kebanyakan perusahaan adalah bahwa pekerja mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat berhubungan dengan pemimpin mereka, dan mentalitas "kita versus mereka" dapat berkembang. . Perselisihan antara manajer dan karyawan dapat mengakibatkan perselisihan yang membuang waktu dan mengurangi produktivitas. Manajer harus memiliki keterampilan orang yang sangat baik dan mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka agar sesuai dengan kepribadian karyawan yang berbeda.

Keuntungan: Menghasilkan Peningkatan Produktivitas

Salah satu keuntungan kepemimpinan adalah jika pemimpin mampu mendelegasikan tugas secara efisien, mereka dapat membantu meningkatkan produktivitas pekerja. Manajer yang baik dapat menentukan kekuatan dan kelemahan karyawan yang berbeda dan mendelegasikan pekerjaan sesuai dengan itu. Pembagian kerja yang efisien dapat menghasilkan hasil kerja yang lebih tinggi, yang pada akhirnya menghasilkan penjualan yang lebih tinggi dan laba yang lebih tinggi. Di sisi lain, kepemimpinan yang tidak efektif dapat menurunkan produktivitas. Misalnya, jika seorang manajer memutuskan untuk melakukan tugas-tugas yang mudah, dan mendelegasikan tugas-tugas yang sulit kepada karyawan, hal itu dapat mengakibatkan produktivitas yang kurang optimal. Namun, seorang pemimpin yang memahami cara memberikan tugas kerja yang disesuaikan dengan keterampilan dan bakat setiap karyawan akan sering menemukan bahwa karyawan menyelesaikan tugas tersebut dengan lebih efisien.

Keuntungan: Meningkatkan Semangat Karyawan

Keunggulan kepemimpinan bukan hanya tentang produktivitas, karena kepemimpinan yang baik juga dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dan membuat pekerja lebih loyal kepada perusahaan. Karyawan yang setia memercayai manajer mereka dan mungkin bersedia bekerja lebih keras serta tetap bersama perusahaan saat masa sulit. Merekrut dan melatih pekerja baru bisa jadi mahal, jadi memupuk semangat kerja yang tinggi melalui kepemimpinan yang baik dapat berdampak pada keuntungan. Semangat yang baik adalah salah satu keuntungan terbesar dari kepemimpinan karena menumbuhkan perasaan memiliki dan loyalitas di antara karyawan.