Tujuan Survei Kepuasan Karyawan

Dengan melakukan survei kepuasan karyawan, Anda mengambil sikap proaktif untuk memperbaiki perusahaan Anda. Meminta umpan balik karyawan memungkinkan Anda mengevaluasi bagaimana perusahaan Anda berkembang secara internal. Ini juga memberi tahu karyawan bahwa Anda peduli. Ketika karyawan tidak puas, hal itu dapat menyebabkan tingkat pergantian karyawan yang tinggi dan produktivitas yang rendah. Karyawan yang puas sering kali disamakan dengan karyawan yang produktif. Seorang karyawan yang produktif sama dengan perusahaan yang produktif dan bahagia.

Evaluasi Metode

Ketika sebuah perusahaan berjalan secara efisien, itu menghindari waktu dan tenaga yang terbuang percuma. Seringkali, manajemen tidak mengetahui seberapa efektif alat dan metode, karena karyawanlah yang bekerja dengan alat tersebut secara teratur. Salah satu tujuan survei kepuasan karyawan adalah untuk mengidentifikasi area masalah yang mungkin tidak disadari oleh manajemen. Misalnya, ajukan pertanyaan tentang efektivitas alat, perlengkapan, dan prosedur komunikasi saat ini. Tentukan apakah metode dan materi pelatihan bermanfaat bagi karyawan.

Evaluasi Persepsi Karyawan

Seringkali, karena takut, seorang karyawan menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya tentang lingkungan tempat kerja. Hal ini membuat manajemen tidak tahu apa-apa, yang menyebabkan tingkat turnover yang tinggi dan moral karyawan yang rendah. Untuk menentukan persepsi karyawan, ajukan pertanyaan yang memungkinkan karyawan tersebut mengungkapkan sudut pandangnya. Misalnya, tanyakan seberapa puas dia dengan peluang internal untuk pertumbuhan atau promosi, program pembinaan dan pengembangan, sikap manajemen dan supervisor, tunjangan perusahaan, penghargaan karyawan dan program pengakuan.

Dapatkan Detail

Biasanya karyawan memilih peringkat untuk setiap pertanyaan survei. Namun, alih-alih hanya mendapatkan peringkat, Anda juga harus mendapatkan detailnya. Detailnya memberi tahu Anda mengapa seorang karyawan memilih peringkat tertentu. Untuk mendapatkan detailnya, perlu mengajukan pertanyaan terbuka, yang memungkinkan karyawan memberikan komentar dan umpan balik. Jika Anda menginginkan umpan balik yang jujur ​​tentang survei tersebut, pertimbangkan untuk memberi karyawan opsi untuk tetap anonim. Jika karyawan harus mengungkapkan identitasnya, dia mungkin tidak jujur ​​tentang perasaannya yang sebenarnya, karena takut akan konsekuensi.

Metode Survei

Dua metode yang dapat Anda gunakan untuk mensurvei karyawan adalah wawancara atau kuesioner. Dengan survei wawancara, Anda duduk bersama karyawan tersebut untuk mendapatkan umpan balik verbal. Dengan kuesioner, karyawan tersebut menyelesaikan survei dan mengirimkannya kepada Anda melalui format kertas atau elektronik. Meskipun survei kuesioner memakan waktu lama bagi manajemen, jawabannya cenderung lebih jujur. Untuk meningkatkan kejujuran karyawan selama survei wawancara, pertimbangkan untuk melakukan outsourcing kepada perusahaan pihak ketiga yang tidak bias untuk melakukan wawancara.