Apa Itu Laba Kotor & Rugi Bersih Positif?

Pemilik bisnis bergantung pada tiga laporan keuangan utama yang memberikan informasi tentang kesehatan bisnis. Neraca, laporan arus kas, dan laporan laba rugi memberi tahu pemilik berapa banyak pengeluaran, penghasilan, dan investasi perusahaan. Salah satu pernyataan ini, laporan laba rugi, memberi tahu pemilik berapa banyak keuntungan dan kerugian yang dihasilkan bisnis.

Laba Kotor Positif

Salah satu perhitungan terpenting yang ditunjukkan oleh laporan laba rugi adalah laba kotor. Laba kotor dihitung dengan mengurangi total biaya langsung bisnis - juga disebut harga pokok penjualan - dari pendapatan penjualan. Angka ini bisa positif, negatif, atau netral (artinya, nol). Bisnis yang sukses hampir selalu melihat angka positif di sini. Laba kotor ini mendanai pengeluaran lain, seperti biaya overhead dan pajak penghasilan.

Kerugian bersih

Bisnis baru atau bisnis yang gagal mungkin tidak berpenghasilan cukup untuk menutupi harga pokok penjualan, biaya overhead, atau pajak penghasilan. Ketika ini terjadi, bisnis mengalami kerugian bersih, dan itu dihitung dengan mengurangkan total biaya dan pajak pendapatan dari laba kotor. Jika angka ini positif, itu laba bersih, tetapi jika rugi, itu rugi bersih. Jika suatu perusahaan mengalami rugi bersih, perbaikan harus dilakukan.

Apa artinya

Ketika sebuah perusahaan memiliki laba operasi kotor tetapi mengalami kerugian bersih, ada berbagai kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah bahwa biaya overhead bisnis mengurangi potensi keuntungan; ini adalah alasan yang sering dikutip mengapa perusahaan mengurangi pengeluaran dengan memberhentikan karyawan. Atau, penjualan mungkin melambat, atau perusahaan mungkin membayar lebih banyak uang untuk bahan-bahan untuk membuat produknya, sehingga meningkatkan harga pokok penjualan. Untuk mempertahankan atau meningkatkan keuntungan, bisnis mencoba memaksimalkan sumber dayanya sambil menghilangkan pemborosan tanpa merusak kualitas produk.

Meneliti Tren

Salah satu cara untuk menentukan apakah suatu perusahaan sehat dan berkembang adalah dengan menganalisis laba kotor dan rugi bersihnya dari waktu ke waktu. Ingatlah bahwa pendapatan yang terus meningkat sering kali berarti bahwa biaya meningkat pada saat yang bersamaan, dan itu tidak berarti perusahaan beroperasi secara tidak efisien. Idealnya, laba kotor meningkat sementara kerugian bersih berkurang. Ketika ini terjadi, perusahaan idealnya akan berinvestasi lebih banyak pada produknya - dan orang-orangnya.